Virus Corona Ancam Industri Penerbangan Dunia

Diterapkannya kebijakan lockdown sebagai dampak pandemi virus Corona atau dikenal dengan Covid-19 oleh beberapa negara di dunia telah menyebabkan ancaman bagi industri penerbangan dunia.

Virus Corona yang berawal dari Kota Wuhan Provinsi Hubei di negara China pada awal Januari 2020 telah menyebar luas ke berbagai penjuru dunia, seperti Iran, Italia, Spanyol, Perancis, termasuk Amerika Serikat dan tidak terkecuali negeri tercinta, Indonesia.

Memang sangat mustahil warga dunia dapat terhindar dari virus Corona, jika melihat kenyataan bahwa dunia saat ini sudah seperti tak berjarak. Setiap orang dapat bepergian dari satu kota ke kota lain dengan beragam kemudahan yang ditawarkan, termasuk virus yang dibawa sebagai akibat perpindahan orang tersebut.

Baca juga: Tips Hemat Budget untuk Traveling Bagi Siapa Saja

virus corona

Menurut Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA), sebagaimana dikutip dari laman Kompas.id, bahwa akibat mewabahnya virus Corona berpotensi berdampak pada layanan penerbangan udara sedunia yang dapat merugi sebesar 113 miliar Dollar AS atau setara dengan Rp 1.948 triliiun yang diasumsikan pandemi Covid-19 telah mewabah di 134 negara.

Dari jumlah tersebut, potensi penurunan pendapatan yang bersumber dari penumpang sebesar 57,3% bakal dialami oleh maskapai-maskapai yang ada di kawasan Asia Pasifik dengan jumlah penurunan penumpang sebesar 32%. Sisanya, baik penurunan pendapatan dari penumpang maupun penurunan jumlah penumpang tersebar pada beberapa kawasan dunia lainnya.

Ironisnya, China sebagai negara dengan kekuatan ekonomi kedua dunia setelah Amerika Serikat, dan sebagai negara yang pertama kali mewabahnya Covid-19 hingga menjadi pandemi, juga merupakan negara yang menjadi penyuplai sektor pariwisata bagi Jepang, Thailand, Amerika Serikat, Australia, dan Perancis, dengan potensi nilai total kerugian sebesar 3,1 miliar Dollar AS.

Baca juga: Penggunaan Travelator Di Bandara

Bagaimana dengan Indonesia? Ternyata China menjadi pasar penerbangan internasional terbesar bagi Indonesia, dengan jumlah kunjungan 2,1 juta berdasarkan catatan tahun 2019. Jika jumlah tersebut berkurang 50% maka Indonesia berpotensi kehilangan pemasukan untuk sektor pariwisata sebesar Rp 2,5 triliun.

Mengantisipasi hal tersebut, pemerintah telah memberi stimulus yang diharapkan dapat membuat industri penerbangan tanah air mampu bertahan, namun pada akhirnya ditunda khusus bagi wisatawan mancanegara dari negara-negara yang terjangkit Covid-19.

Beberapa stimulus yang diberikan pemerintah yang dirilis pada 26 Pebruari 2020, diantaranya yaitu memberi paket insentif khusus pariwisata yang terdiri dari,

Pertama, memberi insentif bagi wisatawan mancanegara dengan alokasi tambahan negara Rp 298,5 miliar.

Kedua, insentif bagi wisatawan mancanegara yang berupa penerbangan dan agen perjalanan, skema promosi gabungan (joint promotion), promosi wisata, familiarization trip (famtrip), kegiatan influencer.

Ketiga, insentif bagi wisatawan domestik yaitu diskon penerbangan 30% untuk 10 destinasi wisata di Indonesia yang berlaku selama 3 bulan (Maret-Mei 2020), diskon 10% dari Pertamina untuk konsumsi avtur bagi maskapai penerbangan, serta diskon penerbangan sebesar 5,64% dari Angkasa Pura dan AirNav.

Baca juga: Beli Tiket Online Pastikan Untuk Check In

Insentif berupa pajak juga diberikan oleh pemerintah pusat bagi hotel dan restoran di 10 destinasi wisata, yaitu dengan memberi subsidi atau hibah kepada pemerintah daerah yang terdampak berupa penurunan pajak hotel dan restoran sebesar Rp 3,3 triliun.

Sampai saat ini, 24 Pebruari 2020, jumlah negara terdampak pandemi virus Corona sudah mencapai 183 negara, dan bukan tidak mungkin jumlah tersebut meluas lagi ke negara-negara lainnya sepanjang masih ada orang yang melakukan perjalanan lintas negara.  

Dampaknya sudah tentu pariwisata, beserta industri turunannya seperti penerbangan, hotel, restoran akan semakin lesu ditengah badai virus Corona yang hingga hari ini belum ditemukan vaksinnya.

Semoga saja, badai virus Corona menjadi badai yang pasti berlalu.(ti-id)

Sumber Data : Kompas.id

0 thoughts on “Virus Corona Ancam Industri Penerbangan Dunia”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.