Tips Dapatkan Harga Terbaik Saat Belanja di Grand Bazaar Istanbul

Pada artikel yang lalu, Catatan Sejarah Grand Bazaar Istanbul, Tanah Abang-nya Turki, Anda telah mengetahui sekilas gambaran tentang apa itu Grand Bazaar Istanbul Turki. Nah, pada artikel kali ini, kita akan bahas tentang Tips mendapatkan harga terbaik saat belanja di Grand Bazaar Istanbul, Turki.

Bicara mendapatkan harga terbaik saat berbelanja, tentu saja ini menjadi kekuatan dan kelebihan kaum Hawa dibanding kaum Adam.

Dikutip dari Phinemo.com, dalam artikel Menurut Penelitian, Wanita Lebih Unggul Dari Pada Pria Dalam 9 Hal Ini, pada poin 7, disebutkan bahwa traveler wanita adalah si jago tawar menawar barang.

“Kemampuan negosiasinya juga muncul saat dia menawar barang di pusat souvenir. Sifat mereka yang sabar membuat mereka rela menawar berjam-jam untuk mendapatkan potongan harga.”

Itu menjadi alasan kuat bahwa kaum Hawa lebih kuat dan jago dalam urusan tawar menawar barang dibanding kaum Adam.

“Sedangkan disisi lain, umumnya, seorang pria tidak mau repot dan lebih suka praktis. Jadi, tidaklah heran bila mereka menyerahkan urusan tawar menawar kepada wanita. Kalian pasti sering meminta teman wanita kalian untuk menawarkan barang? Sudah tidak diragukan lagi, wanita lebih jago menawar dari pria”, masih menurut Phinemo.com dalam artikel tersebut. 

Jelas sekali bukan? Betapa kaum Adam, umumnya tidak berdaya dalam urusan tawar menawar harga sebuah produk atau barang. Maka serahkan saja urusan ini pada pasangan Anda, atau teman wanita Anda, biar cepat beres.

Cara Mendapatkan Harga Terbaik di Grand Bazaar Istanbul

Baik, sekarang saatnya kita mengetahui bagaimana cara mendapatkan harga terbaik saat berbelanja di Grand Bazaar Istanbul Turki.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dan terapkan saat berbelanja di Grand Bazaar ini.

#1. Cari Barang di Toko Yang Posisinya Di Dalam

lorong-utama-grand-bazaar-istanbul

Jangan pernah mencari barang pada toko yang berada di posisi lorong utama. Selain harganya yang lebih mahal, Andapun cenderung “dicuekin” bila menawar yang menurut penjual tidak wajar. Kecuali bila Anda hanya sebatas ingin mengetahui harga acuan saja.

Harga yang mahal pada toko yang berada di lorong utama, umumnya disebabkan biaya sewa yang lebih tinggi, ketimbang harga sewa pada toko-toko yang letaknya di dalam.

Lebih baik capek sedikit, tapi Anda puas mendapatkan barang dengan harga terbaik. Toh yakin saja, barang-barang yang dijual oleh toko yang berada di lorong utama maupun toko yang letaknya di dalam adalah barang-barang yang sebenarnya sama, namun dijual dengan harga yang berbeda-beda.

#2. Tawar Barang Dengan Diskon Minimal 50%

Jika Anda sudah berada pada toko yang letaknya di dalam, berliuk-liuk, “nyempil”, dan jika sudah menemukan barang yang sesuai selera Anda, maka Anda bisa menawar minimal separuh harga atau 50%. Tapi disarankan bila Anda mulai membuka penawaran dengan meminta harga diskon 65% dari harga barang.

lorong-utama-lainnya-di-grand-bazaar-istanbul

Ilustrasinya, bila ada mengincar sebuah tas atau karpet, katakanlah seharga 1000 Turkish Lira, maka mulailah dengan membuka harga diskon di angka 350 Turkish Lira. Sekali lagi, jangan lakukan ini di toko yang berada di lorong utama yah? Dijamin dicuekin Anda.

Dengan ilustrasi tersebut, harapannya Anda bisa mengunci dengan diskon sebesar 50% dari harga jual. Jadi dengan melempar harga diskon 65%, Anda masih punya spare 15% sebelum Anda kunci di angka diskon 50%, atau bila dengan ilustasi diatas, Anda sedang berharap transaksi terjadi di angka 500 Turkish Lira saja.

Angka 15% itu Anda jadikan sebagai angka negosiasi dengan penjual. Bila penjual langsung setuju dengan penawaran diskon 65% Anda, berarti itu rejeki Anda, dan berarti pula si penjual tidak mematok untung besar, Anda pun tidak perlu capek-capek mendatangi tiap toko untuk satu barang yang sama.

Namun bila tidak juga menemui kesepakatan, agaknya Anda mesti mengeluarkan jurus lain dan memainkan strategi lainnya berbekal spare yang 15% tadi.

#3. Akting Untuk Mencari Di Toko Lainnya

Nah, saat Anda meminta diskon 65%, Anda tunggu reaksi si penjual, bila dia tersenyum, dan mungkin berkata, “350 yah…?”, sejatinya dia sedang berpikir mesti di closed di angka berapa penawaran Anda tersebut, agar yang penting barang terjual, mendapat omset, dan mendapat keuntungan walaupun tipis.

Namun, bila dia tak juga berucap soal angka yang menurutnya pantas Anda ikuti, maka beraktinglah seolah Anda ingin mencari barang yang Anda inginkan tadi di toko lainnya, karena Anda merasa penawaran Anda tidak ditanggapinya. Berjalanlah perlahan keluar toko tersebut sambil melihat barang-barang yang dipajang di toko tersebut.

lorong-lebih-dalam-di-grand-bazaar-istanbul

Jangan lupa, secara positioning Anda masih unggul kok, sebabnya, posisi toko si penjual yang berada di dalam, dan Anda sudah “rela” mendatanginya adalah kesempatan yang memang ditunggu-tunggu olehnya. Sayang bila Anda dibiarkan pergi begitu saja meninggalkan tokonya.

Yakinlah bila sebenarnya dia sedang berpikir keras, dan tentu saja, dalam sepersekian detik dia juga berharap agar Anda benar-benar menginginkan barangnya, sehingga mau menaikkan tawaran Anda.

Ingat, jangan terpancing untuk meralat dan menaikkan tawaran Anda, misal dari 350 Turkish Lira menjadi 400 Turkish Lira dalam sekejap saja, meskipun Anda benar-benar naksir berat dengan barangnya.  

Biarkan saja dia berpikir dalam sepersekian waktu. Bila dia membiarkan Anda pergi, maka pembeli macam apa yang bisa memberikannya omset tanpa pernah mengajaknya terlibat dalam permainan tawar menawar harga.

Maka, yakinlah bila dia akan memanfaatkan kedatangan Anda, menahan Anda pergi dari tokonya, dan mengajak Anda agar ikut terlibat dalam permainan tawar menawar harga.

Bisa jadi dia akan mengatakan, “750 Turkish Lira…”

Dengan bekal 150 Turkish Lira tadi, Anda bisa saja menutupnya di 500 Turkish Lira, sambil benar-benar pergi, artinya itu adalah penawaran terakhir Anda yang tidak mungkin dinaikkan lagi.

Atau, bekal 150 Turkish Lira tadi bisa juga Anda naikkan sedikit demi sedikit, naik 50 Turkish Lira setiap si penjual mengatakan angka koreksinya, dan Anda tutup di 500 Turkish Lira. Tapi tentu proses tawar menawarnya jadi panjang.

Namun, apa pun itu, kedua teknik diatas seringkali berhasil kok, bila tidak berhasil pun, Anda bisa mencoba di toko sebelahnya dengan teknik yang Anda koreksi dibanding saat tawar menawar di toko sebelumnya.

***

Penutup

Secara umum mungkin cara yang diulas diatas bukanlah barang baru, melainkan cara-cara lama yang sudah Anda tinggalkan saat berbelanja di Indonesia.

Sebabnya, kini Anda tidak lagi belanja di pasar, melainkan lebih suka belanja di mal yang harganya sudah fixed price, atau jika malas, tinggal lari ke marketplace yang belakangan ini kian ramai saja, hehehe…ya kan?

Meski bukan cara baru, melainkan cara-cara lama, tetapi tetap saja, yang namanya belanja di pasar luar negeri, secara psikologis pasti membuat Anda bingung bagaimana cara menawarnya. Namun setelah Anda terapkan, “Ah, ternyata sama saja dengan di Indonesia”.

Tentu lebih baik Anda tahu bagaimana cara mendapatkan harga terbaik sejak dari Indonesia bukan? Ketimbang Anda bingung saat sudah di negara tujuan, karena tidak sempat menemukan artikel ini.

Selamat traveling.(ti-id)

Baca juga artikel lainnya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.