Pura Lempuyang, Wisata Bali Terbaru

Menurut catatan BPS Provinsi Bali, jumlah wisatawan domestik berkunjung ke Bali tahun 2017 berjumlah 8.735.633 orang, naik dibanding tahun 2016 yang berjumlah 8.643.680. Sedangkan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Bali berjumlah 5.697.739 orang atau naik dibanding tahun 2016 yang berjumlah 4.927.937. 

Sementara untuk jumlah wisman yang berkunjung ke Indonesia tahun 2017, total berjumlah 14.039.799, naik dibanding tahun 2016 yang berjumlah 11.519.275. 

Baca juga: Beli Tiket Online Pastikan Untuk Check-In

Beragam destinasi wisata di Bali dikenal dunia menjadi magnet, tidak saja bagi wisatawan domestik tapi juga wisatawan mancanegara. Selebriti dunia maupun tokoh dunia datang silih berganti ke pulau dewata. Pariwisata Bali pun telah lama menjadi pintu masuk tidak saja wisatawan namun juga perekonomian setempat. 

Nah, bagi Anda yang ingin berlibur ke Pulau Dewata, tidak salah jika Anda memilih Pura Lempuyang menjadi destinasi Anda. Pura Lempuyang menambah deretan Pura yang selama ini menjadi obyek wisata Bali, seperti Pura Besakih, Pura Ulundanu atau Pura Uluwatu. 

Sebagai salah satu Pura yang berada di ketinggian, Pura Lempuyang menjadi objek wisata di Bali selain pantai.

Lempuyang BuhurKetika berkesempatan liburan di Bali, kami sengaja memilih Pura Lempuyang, sebuah destinasi wisata Bali yang menurut pandangan kami merupakan destinasi wisata anti mainstream, alias destinasi wisata yang tidak umum, destinasi yang belum menjadi tujuan utama wisatawan saat ke Bali, berbeda hal nya dengan destinasi seperti Tanah Lot, Pantai Kuta, Garuda Wisnu Kancana, Pantai Padang-Padang, Danau Batur, yang telah menjadi destinasi wisata Bali.

Pura Lempuyang viral menjadi tempat hits di Bali pasca erupsinya Gunung Agung pada akhir Nopember 2017. Mungkin saat itu menjadi viral karena ada warga sekitar yang meng-upload di medsos saat Gunung Agung erupsi. Hal itu dimaksudkan untuk menginformasikan kondisi di Desa Tista Kecamatan Abang Kabupaten Karang Asem. 

Namun mungkin erupsi Gunung Agung disertai letupan debu ditambah tampak depan Pura Lempuyang, justru menampakkan keindahan pemandangan yang tidak biasa. Pada gilirannya justru mengundang rasa penasaran wisatawan terhadap Pura Lempuyang itu sendiri. Ya, itu analisa kami, sangat mungkin salah.

Baca juga: Lokasi Parkir Inap Bandara Soekarno Hatta

Sebagai gambaran, perjalanan menuju ke Pura Lempuyang kami tempuh dengan kondisi lalu lintas yang relatif lancar dalam waktu 3 jam dari tempat kami menginap di Hard Rock Hotel Kuta, salah satu hotel di Bali yang terletak di Jalan Pantai Kuta, Kabupaten Badung. Perjalanan yang cukup memakan waktu, mengingat perjalanan dilakukan dari posisi kami yang berada di ujung Selatan menuju ke ujung Timur Pulau Dewata. 

Dengan paket wisata full day tour, jika sekali perjalanan saja sudah memakan waktu 3 jam, maka jika bolak balik perjalanan akan memakan waktu 6 jam, ditambah sekitar 2 jam berada di lokasi destinasi tersebut, maka total perjalanan menjadi 8 jam, dan ingat itu hanya untuk mengunjungi 1 obyek wisata Bali.

Bandingkan dengan paket full day tour pada umumnya, yang menawarkan beberapa obyek wisata untuk total perjalanan selama 8 jam atau lebih. Jika dihitung dengan akomodasi seperti tiket penerbangannya, pada umumnya dengan budget yang minim banyak wisatawan berharap mendapatkan jumlah maksimal destinasi wisata. 

Namun, seperti yang kami bilang diawal, bahwa kami memang mengejar destinasi wisata Bali terbaru yang anti mainstream, apalagi untuk dapat mencapai lokasi, selain membutuhkan waktu cukup lama, juga kondisi jalan yang berkelak-kelok dan berbukit-bukit di jalan yang cukup sempit, dan beruntungnya jalannya cukup mulus untuk dilalui.

Baca juga: 10 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perjalanan Pertama Kali Anda Ke Luar Negeri

Pura Lempuyang merupakan salah satu tempat wisata di Bali terbaru yang cukup murah. Mengapa demikian? Karena, ya memang murah. Biaya yang dikeluarkan paling hanya untuk sewa kain penutup karena menjadi keharusan ketika kita masuk ke dalam area Pura yang merupakan tempat suci umat Hindu, lalu ada biaya parkir yang juga cukup murah. Paling ditambah dengan uang seikhlasnya untuk sekelompok pemuda lokal pemandu area yang mengambilkan foto kami di Pura Lempuyang berlatar Gunung Agung. 

Sebagai salah satu deretan wisata Bali terbaru, menurut pandangan kami Pura Lempuyang masih memerlukan penyempurnaan agar wisatawan yang berkunjung mendapatkan kenyamanan. Kami utarakan demikian, karena pada saat kami disana, yaitu saat antri melakukan sesi foto, ada sekelompok warga yang akan melakukan ibadat, namun sekelompok warga lainnya yaitu pemuda yang menjadi pemandu area, terlibat miskomunikasi di depan wisatawan, meski hal tersebut tidak berlangsung lama.

Namun itu tentu saja menjadi catatan agar ada pengaturan antara warga lokal yang ingin beribadat, dengan warga lokal yang menjadikan kawasan setempat menjadi area wisata, yang notabene berpotensi mengangkat perekonomian warga lokal juga.

Itulah sekelumit cerita kami ketika memilih Pura Lempuyang, khususnya Pura Lempuyang Luhur sebagai destinasi wisata kami saat ke Bali.(ti-id) 

0 thoughts on “Pura Lempuyang, Wisata Bali Terbaru”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.