Penggunaan Travelator Di Bandara

Anda yang sering bepergian ke luar kota via bandara pasti pernah menggunakan travelator. Tapi tahukah Anda apa fungsi dari penggunaan travelator bandara?

Nah, artikel kali ini akan membahas tentang travelator di bandara, dilihat dari fungsi dan penggunaannya seperti apa, dan siapa saja yang berhak untuk menggunakannya. Ternyata dibalik itu ada ketentuannya meski tidak tertulis.

Namun, sebelum jauh ke hal tersebut, mari coba kita ulas sejenak tentang travelator dari sisi teknis tentang sebuah travelator.

Baca juga: Mau Jalan Jalan Ke Bali? Kenapa Tidak Pilih Jalan Jalan Ke Bali Saja

Travelator Adalah

Travelator adalah eskalator yang memiliki pijakan datar atau horisontal, dan memiliki mekanisme konstruksi yang serupa dengan konveyor. Travelator berfungsi mengangkut manusia atau objek lain dari suatu tempat ke tempat lain.

Travelator memiliki konstruksi yang beragam, yaitu horisontal travelator, yang artinya travelator yang dipasang secara horisontal dan inclined travelator, yang dipasang dengan bidang kemiringan tertentu.

Masing-masing konstruksi tersebut memiliki kemiringan dan tinggi maksimum, memiliki kemampuan kecepatan tempuh tertentu, dan lebar serta panjang pijakan maksimum.

Travelator sering dipasang secara berpasangan arah berlawanan, baik mendatar maupun naik dan turun dengan sudut kemiringan tertentu tersebut. Namun ada juga yang dipasang tunggal satu arah, jika dibandara biasanya disediakan untuk arus pergerakan orang menuju Gate penerbangan.

Baca juga: Kereta Bandara, Transportasi Pilihan Menuju Bandara

Jika Anda pernah menggunakan seperti conveyor belt dengan pijakan datar di suatu pusat perbelanjaan yang menghubungkan antar lantai, atas maupun bawah, berarti Anda sedang menggunakan travelator naik atau turun dengan sudut kemiringan tertentu tadi.

Jangan sampai salah, travelator berbeda dengan escalator yang juga ada di bandara, pusat perbelanjaan, gedung-gedung pertemuan. Jika travelator memiliki pijakan datar horisontal, maka escalator memiliki pijakan vertical seperti tangga.

Gampangnya, travelator seperti ban berjalan (conveyor belt), lalu escalator seperti tangga berjalan. Escalator masih yang paling umum dijumpai dibanding travelator, meski lokasi aplikasi keduanya sama seperti di pusat perbelanjaan, di bandara, maupun di gedung-gedung pertemuan.

Baca juga: Tips Traveling Murah ke Korea Tanpa Ikut Paket Tour Wisata

Penggunaan Travelator Bandara

Kembali ke topik utama artikel ini, yaitu fungsi dari penggunaan travelator di bandara. Fungsinya jelas, bahwa travelator menjadi alat untuk mempercepat pergerakan atau perpindahan orang dan barang yang ada di dalam bandara.

travelator bandara

Untuk bandara-bandara tertentu yang besar seperti Bandara Soekarno-Hatta, Changi, maka keberadaan travelator di dalam bandara adalah sesuatu yang sudah umum. Travelator memang disediakan bagi penumpang pesawat yang sedang terburu-buru dalam mengejar pesawat.

Bisa dibayangkan, misal ketika Anda akan kembali ke Indonesia saat musim liburan dari Singapura via Bandara Changi, antrian mulai dari check-in sampai boarding membutuhkan pemeriksaan berlapis yang tentunya akan menyita waktu yang lama.

Baca juga: Menyiasati Dollar Tinggi Agar Liburan Keluar Negeri Tetap Jalan

Sementara, selepas pemeriksaan berlapis yang terakhir, Gate Anda berada di ujung, misal ada di Gate N8, sedangkan Anda menyusuri satu persatu Gate mulai dari Gate A1 sampai Gate A8, lalu Gate B1 dan seterusnya sampai Gate N8. Kira-kira jika seperti itu kondisinya, butuh berapa lama Anda tiba di Gate N8  

Nah, maka dari itu, untuk membantu mempercepat langkah Anda yang sedang terburu-buru ditambah Gate Anda adalah yang paling ujung, sudah barang tentu, travelator tersebut milik Anda sepenuhnya.

Memang sih, saat tiap penumpang akan naik ke travelator, petugas tidak akan menanyakan, karena travelator tersebut memang menjadi fasilitas bandara yang diperuntukkan bagi setiap penumpang pesawat.

Namun berlaku ketentuan tidak tertulis, bahwasanya jika kita memilih jalur travelator, maka kita tidak boleh hanya diam, melainkan juga harus sambil berjalan. Dikecualikan bagi orang-orang tua atau lansia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, namun pastikan agar posisinya berada di sebelah kiri, sehingga pengguna travelator lainnya bisa mendahului dari sisi kanan.

Baca juga: Lokasi Parkir Inap Bandara Soekarno Hatta

Demikian informasi penggunaan salah satu fasilitas yang ada di bandara, yaitu travelator. Semoga informasi ini berguna bagi Anda, dan selalu menjadi yang terdepan dalam memahami informasi seperti ini, agar fasilitas bersama tersebut dapat berfungsi optimal bagi semuanya.

Nantikan artikel berikutnya di AP Corner yang ada di blog ini.(ti-id)

Sumber: Angkasa Pura

0 thoughts on “Penggunaan Travelator Di Bandara”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.