Lebaran 2020 Siap-Siap Tidak Ada Mudik

Bagi kaum mudikers, yaitu sebutan bagi orang-orang yang mudik, masa-masa lebaran adalah waktu yang paling sakral untuk kembali ke kampung halaman. Setahun perjalanan hidup di kota-kota perantauan dengan segala lika-liku nya harus dicuci bersih di kampung halaman, seraya meminta bantuan doa dari orang tua maupun sanak saudara.

Itulah tradisi mudik alias pulang kampung di negara kita oleh kaum urban yang telah dilakukan sejak puluhan tahun yang lalu, dilakukan berturun temurun dan masih bertahan hingga saat ini.

Sebuah tradisi yang kemudian mendapat perhatian pemerintah karena berlangsung setahun sekali ini difasilitasi oleh pemerintah agar dapat berjalan lancar, aman dan nyaman bagi para mudikers. Kelancaran, keamanan, dan kenyamanan mudikers menjadi semacam penilaian masyarakat atas kepemimpinan dan keberpihakan sebuah pemerintah.

Bagaimana cerita seputar mudik membekas dengan segudang pengalaman yang meski pahit dan sengsara namun membawa nikmat, meskipun dihadapkan pada kemacetan kendaraan, antrian di rest area, antrian di toilet-toilet umum, namun mudik tetap menyisakan ceritanya tersendiri.

Baca juga: Virus Corona Ancam Industri Penerbangan Dunia

Persiapan Jalur Mudik

Berbagai fasilitas mudik disiapkan oleh pemerintah, mulai dari infrastruktur jalan, jembatan, hingga jalur rel kereta api. Dapat kita tengok, beberapa simpul kemacetan di ruas jalan yang menjadi jalur mudik dibenahi seperti di perlintasan sebidang dengan jalur rel kereta api yang kemudian dibangun fly over, sehingga terpisah antara jalur kendaraan dengan jalur kereta api.

Kemudian, pembangunan ruas jalan tol Cipali atau Cikampek-Palimanan menyambungkan ruas jalan tol Cikampek dengan ruas jalan tol Palimanan-Kanci, lalu dibangunnya ruas jalan tol Pejagan-Semarang yang menyambungkan ruas jalan tol Kanci-Pejagan, yang bahkan sambung menyambung hingga ke Surabaya.

Lalu, baru-baru ini telah diresmikan oleh pemerintah, yaitu pembangunan tol layang Jakarta-Cikampek. Tol layang tersebut dibangun diatas ruas jalan tol Jakarta-Cikampek, akibat lahan yang sudah semakin terbatas, namun desakan kendaraan yang melintas sudah tak terbendung jika di musim lebaran.

Seperti diketahui, bahwa penambahan jumlah kendaraan setiap tahun yang bertambah 1 juta kendaraan roda empat, bila memasuki musim lebaran, maka ketersediaan ruas jalan tol Jakarta-Cikampek tentu tidak mampu menampung pergerakan kendaraan yang ada.

Ruas jalan tol layang Jakarta-Cikampek, meski telah diresmikan dan digunakan, namun secara spesial dihadirkan untuk mengantisipasi musim libur lebaran tahun 2020. Pada saat awal dibangun, ruas jalan ini targetkan rampung sebelum musim libur lebaran 2019, namun sampai pada waktunya belum terwujud karena memang belum rampung.

Baca juga: Mau Tiket Pesawat Murah? Ini Cara Dapatkannya

Jelang Lebaran 2020

Musim libur lebaran tahun 2020 sudah di penghujung mata dengan segala persiapan yang telah dilakukan oleh pemerintah. Namun entah, apakah persiapan yang telah dilakukan tersebut dapat benar-benar dirasakan masyarakat atau jangan-jangan baru di tahun ini musim libur lebaran tidak terlaksana.

Adalah kedatangan Corona Virus 19, atau Covid-19, atau dikenal dengan virus Corona yang saat ini menjadi pandemi, tidak terkecuali di Indonesia, yang menjadi penyebabnya. Hal tersebut dapat mengancam tradisi masyarakat Indonesia kala menghadapi lebaran 2020 ini.

Betapa tidak, bicara dampak virus Corona di Indonesia, setiap harinya selalu bertambah jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), yang positif Corona, yang meninggal maupun yang sembuh dari virus yang telah mematikan penduduk dunia itu.

Beberapa wilayah di Indonesia bahkan telah menerapkan kebijakan local lock down, atau karantina lokal, mengingat dampak virus Corona yang semakin meluas.

Di lingkungan-lingkungan yang lebih kecil di daerah, juga menerapkan protokol kesehatan bagi warganya, seperti untuk pendatang maupun warga asli yang pulang ke kampung halamannya, akan dilakukan pemeriksaan suhu tubuh, disemprot dengan disinfektan, lalu diminta untuk mengkarantina diri selama 14 hari.

Baca juga: Beli Tiket Online Pastikan Untuk Check In

Mudik, Antara Himbauan Dan Tidak Melarang

mudik jangan

Pemerintah jauh-jauh hari sudah mewacanakan dan menghimbau kepada masyarakat untuk tidak mudik pada lebaran nanti, meski juga tidak melarangnya. Mulai dari Presiden, Menteri, hingga juru bicara pemerintah bergantian menghimbau masyarakat agar tidak mudik.

Apa yang disampaikan pemerintah bukan tanpa sebab, mengingat awal mula kasus penyebaran virus Corona menjadi pandemi di berbagai belahan dunia, berawal dari terjadinya perpindahan orang dari satu daerah ke daerah lain, seperti yang terjadi di Wuhan pada saat akan dilakukan lock down.

Dengan kepanikan dan ketakutan yang tinggi, banyak dari warga Wuhan yang keluar dari Wuhan, dengan harapan di tempat yang baru bisa terbebas dari Corona. Namun ternyata, virus Corona malah semakin meluas tersebar hingga menjadi pandemi di seluruh dunia dan menyebabkan korban semakin banyak berjatuhan dan bertambah jumlahnya dari hari ke hari.

Pemerintah tentu sangat berat untuk melarang mengingat tradisi masyarakat Indonesia yang begitu sangat antusias dengan yang namanya mudik, meskipun pahir getir selalu dirasakan pemudik dalam perjalanan, sehingga yang mampu pemerintah lakukan hanyalah menghimbau saja.

Tentu kita semua berharap, jikapun mudik tetap ada, maka yang terjadi bukanlah perpindahan virus dari kota ke daerah, namun hanya perpindahan orang dan barang saja, karena harapan luhur kita semua, virus Corona dapat sirna sebelum bulan Ramadhan menjelang. Aamiin.(ti-id)

Baca juga:

  1. Pengalaman Menginap Di Grand Inna Malioboro
  2. Pura Lempuyang, Wisata Bali Terbaru
  3. Mengenal Garbarata Bandara

0 thoughts on “Lebaran 2020 Siap-Siap Tidak Ada Mudik”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.