Kawah Candradimuka Dieng, Tempat Gatot Kaca Digembleng

Belum lengkap rasanya bila perjalanan Anda di kawasan wisata Dataran Tinggi Dieng tidak mengunjungi Kawah Candradimuka Dieng, sebagaimana yang kami lakukan saat kami kesini beberapa waktu lalu.

Konon Kawah Candradimuka Dieng ini menjadi tempat digemblengnya Raden Gatot Kaca hingga kemudian mendapatkan kesaktian mandraguna yang dikenal dengan Otot Kawat Tulang Besi.

Lokasi Kawah Candradimuka

Bila Anda kebetulan berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng, datanglah ke Kawah Candradimuka ini yang berlokasi di Desa Pekasiran, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Provinsi Jawa Tengah.

Lokasinya yang memang agak tersembunyi, tentu akan menyulitkan bagi wisatawan yang baru pertama kali berwisata ke Dataran Tinggi Dieng dan ingin mengunjungi Kawah Candradimuka. Tak terkecuali dengan kami yang mungkin akan kesulitan juga menemukan lokasi kawah Candradimuka ini bila tanpa bantuan guide lokal dengan Jeep merahnya.

kawah-candradimuka-dieng-banjarnegara

Saat kami berkunjung kesini, meski di waktu libur panjang cuti bersama, namun di lokasi Kawah Candradimuka tampak sepi dari wisatawan. Saat itu, hanya kami dan sepasang wisatawan dari Kota Jogjakarta yang berkunjung kesini. Pasangan ini jugalah yang juga mengunjungi Sumur Jalatunda bersama kami.

Padahal, Kawah Candradimuka ini tidak kalah menyimpan histori dan pesona dramatis bila Anda turun hingga ke bibir kawah. Kepulan asap solfatara yang khas bau belerang menambah kesan dramatis tersebut.

3 Kepundan

Di obyek wisata ini terdapat 3 kepundan yang masih dalam keadaan aktif, yang bisa Anda lihat dari jarak dekat, karena Anda hanya perlu turun sekitar 10 meter melalui tanah undakan.

kawah-candradimuka-dieng

Ketiga kepundan itu masing-masing Kawah Candradimuka, Kawah Werkudoro, dan Kawah Belerang Hijau. Kawah Candradimuka merupakan kawah terbesar dari tiga kepundan tersebut, dan lokasinya berada paling depan dari pintu masuk lokasi.

Kawah lainnya yaitu Kawah Werkudoro atau Sendang Werkudoro yang memiliki air yang hangat dan jernih, yang bisa digunakan untuk terapi berbagai macam penyakit, seperti penyakit kulit, serta mampu melancarkan peredaran darah yan bersumber dari efek panas belerang.

Satu kepundan lagi, yaitu Kawah Belerang Hijau atau Sendang Kemanten, yaitu kawah belerang yang berwarna kehijauan, yang meski tidak terlalu besar namun air dari kawah tersebut tidak pernah habis.

kawah-werkudor0-dieng

Sendang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah kolam di pegunungan dan sebagainya yang airnya berasal dari mata air yang ada di dalamnya, biasanya dipakai untuk mandi dan mencuci, airnya jernih karena mengalir terus.

Nah, meski masih aktif, ketiga kepundan tersebut bukanlah kawah gunung berapi, melainkan rekahan tanah yang secara aktif menghasilkan solfatara, yakni tempat yang memiliki suhu kurang lebih 100 derajat Celcius.

Namun, jangan khawatir bila Anda ke Kawah Candradimuka ini, pasalnya petugas akan senantiasa mendampingi Anda, dan memberikan penjelasan kepada Anda mengenai hikayat dan manfaat yang ada di Kawah Candradimuka.

Dan bahkan, mungkin saja Anda akan dibekali oleh-oleh atau buah tangan berupa belerang yang bisa digunakan untuk penyembuhan penyakit kulit.

Sendang Adem Semar

Ternyata, selain memiliki kawah atau sendang yang mengeluarkan belerang, di Kawah Candradimuka Dieng ini ada satu sendang yang kontras karena mengeluarkan air yang selain jernih juga dingin.

Sendang ini dinamakan dengan Sendang Adem Semar yang keberadaannya sangat unik, karena bersebelahan dengan kawah belerang, yang merupakan mata air yang berasal dari bawah tebing yang mengalir melalui Arca Anoman.

sendang-adem-semar

Menurut petugas lokal, air Adem Semar ini memiliki banyak manfaat, bila diminum akan berkhasiat layaknya obat dan kesehatan yang meminumnya, dan bila dibasuhkan ke muka akan berkhasiat awet muda bagi yang membasuhnya.

Menurut cerita dari Om Driver, air Adem Semar juga digunakan untuk mencuci benda-benda pusaka kerajaan-kerajaan di Jawa, seperti dari Keraton Yogyakarta, Keraton Surakarta, maupun Kesultanan Cirebon.

Itulah yang kemudian menyebabkan Kawah Candradimuka menjadi tujuan wisatawan lokal maupun mancanegara datang ke Dataran Tinggi Dieng, meski saat kami datangi hal sebaliknya yang kami jumpai. Entah, karena masih dimasa pandemi atau memang ada hal lain.  

**

Penutup

Kawah Candradimuka Dieng ini sebenarnya memiliki potensi untuk dikunjungi oleh lebih banyak wisatawan. Tinggal bagaimana peran pemerintah daerah setempat, bersama dengan Pemprov Jawa Tengah untuk saling bersinergi dan berkolaborasi mengenalkan ke lebih banyak wisatawan, salah satunya kampanye melalui medsos.

Selain itu, perlu juga dikembangkan trip antar lokasi wisata yang ada di Dieng, misalnya dengan menggunakan Jeep, seperti yang ada di kawasan wisata Bromo maupun di Lava Tour Merapi.

Tentu itu menjadi sebuah peluang yang perlu digali, mengingat jarak antar lokasi wisata yang dapat dikunjungi wisatawan berjauhan dan cukup tersembunyi, maupun akses atau track menuju lokasi yang akan menyulitkan untuk pengemudi pemula.[ti-id]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.