Grand Bazaar Istanbul, Tanah Abang-nya Turki

Jika Anda berkunjung ke Turki, jangan lewatkan untuk berkunjung ke Grand Bazaar, Istanbul, untuk mencari oleh-oleh atau buah tangan. Beraneka ragam cindera mata dapat Anda temukan disini sebagai bekal bagi sanak famili atau rekan kerja di Indonesia.

Umumnya, perjalanan ke Turki disatukan dengan paket ibadah umroh, beberapa biro perjalanan menawarkan paket kombinasi yang umum, yaitu 9 hari Umroh dan 1 hari City Tour Turki, atau 9 hari Umroh dan 3 hari Tour Turki. Namun banyak juga biro perjalanan yang menawarkan explore Turki mulai dari 5 hari, 7 hari, 8 hari, 10 hari, atau bahkan lebih.

granz bazaar in maps

Saat kami berkunjung ke Turki, pada 2 tahun yang lalu, tepatnya April 2018, perjalanan kami ke Turki merupakan lanjutan paket perjalanan ibadah Umroh dan Tour Turki selama 3 hari. Saat itu kami menyempatkan ke Grand Bazaar Turki untuk mencari sekedar oleh-oleh sebagai kenang-kenangan.

Namun sebelum berpanjang lebar, kira-kira apakah Grand Bazaar itu? Nah, Grand Bazaar bisa dibilang seperti Tanah Abang-nya Turki. Jika Anda berkesempatan kesini, maka Anda akan merasakan sensasi berbelanja seperti di Pasar Tanah Abang Jakarta, Anda tetap bisa melakukan tawar menawar harga.

Bagi Anda yang dalam waktu dekat akan melakukan perjalanan wisata ke Turki, terutama pasca pandemi Covid-19 atau Corona, karena saat artikel ini dibuat, Turki sedang menerapkan kebijakan lockdown 48 jam di 31 kota per tanggal 11 April 2020, mungkin artikel ini akan memberikan sedikit gambaran bagi Anda, khususnya mengenai Grand Bazaar, karena hampir dipastikan guide akan membawa Anda ke salah satu pasar terbesar di dunia ini.

Baca juga: Lebaran 2020 Siap-Siap Tidak Ada Mudik

Sejarah Grand Bazaar Istanbul

kapalicarsi grand bazaar

Grand Bazaar, disebut juga Kapalicarsi atau Pasar Tertutup (Covered Market), atau disebut pula dengan Buyuk Carsi atau Pasar Besar (Grand Market), merupakan salah satu pasar yang besar dan bersejarah di dunia yang berada di pusat kota Istanbul, Turki.

Di mulai dibangun pada musim dingin tahun 1455, pasca penaklukan Constantinopel oleh Kekaisaran Ottoman yang dipimpin oleh Sultan Mehmet II, sang penguasa pada zaman itu, yang dijuluki Sultan Mehmet Sang Penakluk (Sultan Mehmet The Conqueror), bangunan inti Grand Bazaar rampung pada tahun 1460, dan saat itu dinamai dengan Cevahir Bedestan, yang lebih ditujukan sebagai pusat perdagangan tekstil dan perhiasan.

Pembangunan Grand Bazaar terus dilakukan secara bertahap hingga akhirnya selesai pada tahun 1730, yang keseluruhannya memiliki luas 30.000 meter persegi, serta memiliki 61 lorong dan kini lebih dari 3.000 toko berdagang beraneka macam barang kebutuhan maupun souvenir.

Meski telah berusia lebih dari 550 tahun, namun bangunan Grand Bazaar tetap terlihat kokoh, kebersihannya tetap terjaga, tidak tercium bau pesing atau bau aneh layaknya pasar-pasar tua, serta tidak pula saya jumpai toko yang tutup, malah yang saya rasakan, para pedagang dan pembeli berjejal dengan padatnya.

Saking luasnya Grand Bazaar, dijamin Anda tidak akan sanggup menghabiskan tiap jengkalnya. Tidak usah Anda, guide kami pun menyampaikan, bahwa dirinya meski warga negara Turki, namun belum hapal seratus persen Grand Bazaar, dan ironisnya, terkadang dirinya pun bisa tersesat di lorong-lorong Grand Bazaar.

Baca juga: Penggunaan Travelator Di Bandara

Grand Bazaar, Meski Tua Namun Tetap Memikat

Meski Grand Bazaar adalah pasar tua, besar, dan luas, namun tidak menyurutkan wisatawan lokal maupun wisatawan dari luar Turki untuk mengunjunginya, sehingga pasar tersebut mampu bertahan hingga saat ini, dan animo pedagang pun tinggi.

ornamen grand bazaar

Umumnya, yang tua akan ditinggalkan, apalagi jika bentuknya berupa pasar, dan biasanya akan terlindas oleh bangunan-bangunan baru yang megah dan modern, seperti mal. Namun lain ceritanya dengan Grand Bazaar yang tetap diminati, yang buka setiap hari Senin sampai dengan Sabtu, mulai pukul 09.00 hingga pukul 19.00, kecuali pada hari Minggu atau hari besar yang berlaku di Turki.

Beragam barang dijual di Grand Bazaar, sepenglihatan saya saja, barang-barang seperti karpet, sajadah, tas, kaos, gantungan kunci, cindera mata yang biasa dipajang di kulkas, syal atau scarf, parfum, jaket kulit, baju, sepatu, penganan khas Turki, teh Turki, keramik, berjejal memenuhi sesaknya lorong-lorong yang ada. Sebagaimana di Tanah Abang, disinipun Anda berhak untuk menawar harga barang yang di pajang.

Jangan salah, lorong-lorong di Grand Bazaar memiliki cita rasa seni yang tinggi, berkat adanya hiasanya atau ornamen pada langit-langit lorongnya. Itu yang mungkin menyebabkan Grand Bazaar sebagai tujuan wisata belanja yang membuat penasaran wisatawan mengingat usia dan nilai sejarahnya.

Maka tidak heran, bila tahun 2014, menurut World’s Most-Visited Tourist Attractions, Grand Bazaar tercatat sebagai tempat wisata belanja Nomor 1 di dunia dengan jumlah pengunjung tahunan mencapai 91.250.000 orang, dan jumlah kunjungan harian mencapai 250.000 sampai 400.000 pengunjung.

Baca juga: Hak Siapa Sandaran Tangan di Kursi Tengah Pesawat?

Persiapkan Sejak Dari Indonesia

Bila Anda berkesempatan mengunjungi Grand Bazaar, baiknya persiapkan sejak dari Indonesia, barang apa yang hendak Anda cari, lalu sesuaikan antara barang yang akan Anda cari dengan lokasi barang tersebut dijual di Grand Bazaar, pelajari melalui peta yang ada, lalu Anda sampaikan keinginan Anda tersebut ke guide Anda saat di Turki.

Hal tersebut dimaksudkan agar Anda tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mendapatkan barang yang Anda inginkan. Dan jangan lupa, cari tahu juga harga dari masing-masing barang tersebut, bila memungkinkan sekaligus persiapkan budget-nya saat mulai hunting barang di Grand Bazaar.

Terpenting Anda harus mengetahui cara melakukan belanja yang efisien, tepat harga, dan tepat barang, karena barang-barang tersebut akan Anda masukkan dalam bagasi maupun kabin pesawat saat melakukan perjalanan kembali ke tanah air, serta melakukan sebagaimana yang biasa Anda lakukan di Indonesia, yaitu dengan menawar harga barang yang Anda incar.

Namun hal itu tentu ada tekniknya, mungkin bila di Indonesia Anda bisa menawar sesuka hati Anda karena dari gaya bahasa dan kebiasaan yang sama-sama dapat dipahami. Bayangkan bila kebiasaan Anda disini, lalu kemudian Anda lakukan disana, yang Anda sendiri belum tahu bahasa, kebiasaan, maupun karakter orang Turki.

Satu pesan saya untuk Anda, jangan segan membandingkan harga antara 1 toko dengan toko yang lainnya untuk barang yang sama sebelum Anda bertransaksi. Untuk souvenir, menurut info dari guide kami, harganya masih lebih murah di Cappadocia ketimbang di Grand Bazaar.

Selamat berlibur, dan menikmati wisata di Turki, karena Turki “ngangenin”.(ti-id)

Baca juga artikel lainnya:

  1. Istilah-Istilah Dalam Penerbangan Yang Perlu Anda Ketahui
  2. Mau Tiket Pesawat Murah? Ini Cara Dapatkannya
  3. 10 Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Perjalanan Pertama Kali Anda Ke Luar Negeri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.